Holaaaaa ! :D
It's been a really long time that i didn't post anything here. I think the last time i posted an article here is last year.Aha,no just kidding. The last time is a few months ago. But, Happy New Year 2013 anyway! :) This time,gue bakal nge-post sesuatu yang lagi "In" di keseharian gue. Mungkin di hati gue :p . Okay,let's start.
Pernah engga sih kalian punya hubungan yang engga jelas?. Engga jelas dibawa kemana. Jadinya ngambang gitu. Nah,sekarang nih gue lagi menjalani sebuah hubungan yang sejenis seperti itu. Hubungan itu biasa kita sebut sebagai HTS atau Hubungan Tanpa Status. Kenapa kok tanpa status? Iya karena emang engga ada status. Dibilang sahabat,tapi lebih dari sahabat. Dibilang pacar,tapi engga pacaran. Bingung kan? Nah itu tuh yang namanya tanpa status. Gue sempet liat di suatu situs,disitu ada quote yang kalo gasalah sih bunyinya " Sometimes we are more than friend. Sometimes we are just like friend. And sometimes we are like a stranger who didn't know each other". See? Ya kurang lebih gambaran tentang Ha-Te-Es seperti itu. Tapi,ada juga orang yang nyebutnya TTM atau Teman Tapi Mesra. Ga beda jauh kok sama HTS. TTM itu teman ya tapi mesra. Mau dibilang teman tapi mesra. Mau dibilang pacaran tapi cuma teman yang mesra-mesraan. Menurut gue sih, HTS itu berawal dari TTM. Setuju ga? Kalo gue sih setuju-setuju aja (loh?).
Ada beberapa faktor yang mendukung suatu pasangan yang memutuskan menjadi TTM.Faktor dari sisi yang ngajak TTM dan faktor dari sisi yang mau diajak TTM-an itu berbeda. Faktor dari sisi yang ngajak TTM sih biasanya :
- Mau mengenal lebih dalam pasangan lagi, karena takut salah langkah.
- Masih ragu sama perasaannya sendiri.
- Engga boleh pacaran.
- Meragukan si pasangan.
- Jadi selingkuhan.
- Si pengajak ini suka sama yang dia ajak TTM-an,tapi si pengajak belum bisa move on dari yang lama.
- Jadi pelampiasan.
- Sengaja mau jadi PHP atau biasa disebut Pemberi Harapan Palsu.
- etc.
Faktor dari sisi yang mau diajak TTM-an sih biasanya :
- Mau coba-coba dulu,takut nyesel akhirnya.
- Sayang banget sama si Pengajak,maunya sih pacaran tapi si doi ngajaknya TTM-an. Jadi,terima aja.
- Belum mau pacaran,tapi engga mau sia2in yang ada.
- Belajar move on dari yang lama.
- Jadi pelampiasan.
- Pengen diPHP-in.
- etc.
Sebenernya sih,masih banyak faktor-faktor yang mendukung seseorang ngajak TTM-an dan nerima ajakan TTM-an. Tapi,dari yang gue tau sih cuma segitu aja. Kalau ada yang mau nambahin juga silahkan :D.
Semua yang kita lakukan selalu ada resiko dan untungnya. Ada kelebihan dan kekurangannya. Begitupun dengan TTM-an/HTS, ada baik buruknya. Menurut gue,kelebihannya yaitu :
- Dapet perhatian lebih.
- Perlakuan si doi kayak orang pacaran (walaupun gada status).
- Bisa mesra-mesraan.
- Bisa modus (wuehehehe).
- Serasa punya pacar.
- Bisa punya gebetan lain.
- etc.
Dan kekurangannya yaitu :
- Kalau mau ngelarang sesuatu harus mikir2 dulu,karena INGET dia bukan siapa-siapa kita! (Hubungannya tanpa status loh!).
- Kalau cemburu gada hak buat bilang,karena engga ada status.
- Hubungannya ngambang,ujung-ujungnya suka gajelas.
- Biasanya sih,sakit hatinya double dibanding putus sama pacar.
- Si doi bisa tiba-tiba jadian sama orang lain,dan kita gabisa marah-_- (lagi-lagi karena ngga ada status!).
- Kalau doi lagi kesel sama kita,dia bisa bilang "Lo pikir lo siapanya gue?" Nahloh!.
- etc.
Seperti postingan gue yang sebelumnya,banyak orang yang berani mengambil resiko untuk sesuatu yang SEMU. Berani mempertahankan sesuatu yang ABU-ABU. Tau warna abu-abu kan? Kalau kita liat,warna abu-abu itu dibilang hitam juga bukan,dibilang putih juga bukan. Jadi,kalau menurut gue HTS/TTM itu bisa dibilang hubungan yang abu-abu. Tapi,gue salut dengan orang2 yang mau dan berjuang mempertahankan yang semu. Sesuatu yang semu itu pasti gajelas. Kita gapernah tau ujungnya dimana dan bagaimana. Bisa aja itu berakhir di suatu taman bunga yang indah dan bisa juga berakhir pada jurang dalam yang ga berujung. Semua itu tergantung pada diri kita. Jika kita berani untuk "mempertahankan" artinya kita berani untuk menghadapi setiap kemungkinan yang akan terjadi. Baik itu buruk ataupun baik. Bersyukurlah kalau semua itu berakhir di taman bunga yang indah. Tapi gimana kalau itu berakhir di jurang? Mau gamau,kita harus jatuh ke dalam jurang itu. Kalau nasi sudah menjadi bubur,bubur masih bisa kita makan. Setelah kita masuk ke dalam jurang itu,apakah kita akan diam sampai nunggu waktu habis? Semua itu bergantung pada diri kita sendiri. Jika kita mau bangkit dan berusaha untuk keluar dari jurang itu,percayalah pasti kita bisa keluar. Kalau kita gapernah berusaha,jangan harap kita bisa melihat kembali cahaya di luar sana.
Sekarang ini,gue sedang mempertahankan dan memperjuangkan yang semu. Gue sendiri pun engga tau,akhir dari perjuangan ini bakal kayak gimana. Gue sih,berharap semua ini happy ending. Semua orang juga pasti mau punya happy ending. Gue pribadi sih,kalau gue udah sayang sama seseorang (sayang sama suka beda loh ya),sangat susah bagi gue buat ngelepasinnya begitu aja. Butuh alasan yang kuat bagi diri gue sendiri untuk merelakan orang itu pergi. Kalau resiko yang akan gue terima terlalu besar dan merugikan diri dia,mungkin gue bakal rela. Karena,bahagia itu ga harus selalu bersama,tapi melihat orang itu bahagia merupakan suatu kebahagiaan bagi kita. Oke,itu muna banget. Pasti bakal susah banget kalau ngeliat orang itu bahagia sama orang lain. Karena,gue selalu berfikir kalau,gue bisa membahagiakan orang itu lebih dari seseorang yang lain membahagiakan dia. Gue engga tau cerita ini akhirnya bakal gimana. Gue pikir gue tinggal nunggu waktu buat semua ini. Seengganya,gue udah nyiapin hati dan tentunya mental gue kalau memang akhirnya berakhir di jurang. Tapi,kalau emang akhirnya di jurang,gue bakal berusaha naik walaupun mungkin butuh waktu yang sangat lama.
Even the fairytale's happy ending is in the last page. I believe,there's sunshine behind that rain. There's good times behind bad times. There's laugh behind cry. There's a love behind a pain.
"I know there's sunshine behind that rain
I know there's good times behind that pain
Can you tell me how i can make a change?
I close my eyes and i can see a better day
I close my eyes and pray……."
(Pray -Justin Bieber-)


